Jumat, 28 Januari 2011

version

Pengertian “ Dampak Negatif dan Positif Kemajuan Ilmu dan Teknologi terhadap Pendidikan dan Peranan Guru Agama “.Dampak menurut kamus besar Bahasa Indonesia, yaitu pengaruh kuat yang mendatangkan akibat ( baik negative maupun positif ).

Teknologi, adalah kemampuan teknik yang berdasarkan pengetahuan, ilmu eksakta yang berdasarkan proses teknis ( ilmu teknik ).

Peranan Guru Agama, dari kata peran yang dalam kamus besar diartikan, sesuatu yang jadi bagian atau yang memegang pimpinan yang terutama dalam terjadinya sesuatu atau hal peristiwa, sehingga dalam pesatnya kemajuan ilmu dan teknologi seorang Guru Agama harus mewarnai, bahkan membimbing, mengarahkanya tentunya untuk hal-hal yang positif.

Dari dampak positif dan negative akibat kemajuan ilmu dan teknologi tidak harus ditakuti atau di jauhi, akan tetapi harus siap dan di carikan pemecahannya untuk kearah kebaikan. Diantara solusi pemecahannya adalah perlunya dipilah dan dipilih dengan penuh kehati-hatian dalam menyerap ilmu dan teknologi yang datang dari luar.

Sebab seseorang atau sekelompok orang yang mendasarkan penilaian kepada material belaka, biasanya ia lalai bahkan lupa bahwa mereka dengan manusia yang lain adalah sama-sama ciptaan Tuhan, yang keberadaanya di dunia fana ini adalah untuk mengabdi kepada-Nya dan kepada sesama manusia. Sebagaimana di firmankan oleh Allah SWT. Dalam surat At-Tiin ayat 4-6

C.DAMPAK NEGATIF TERHADAP PENDIDIKAN

Dampak Negatif dari kemajuan ilmu dan teknologi ini telah menyeret manusia kepada kehidupan serba materi yang dalam ilmu filsafat di katakan semua diukur serba materialistik. Secara tidak di sadari seorang yang bersangkutan lupa, bahwa ia ketika di lahirkan oleh ibunya tidak membawa apa-apa selain dengan kemampuan menangis. Tetapi setelah ia memperoleh pendidikan dan kesempatan, ia berbuat sekehendak hatinya yang tampaknya ia lupa asal-usul kejadianya. Orang-orang semacam ini banyak kita jumpai dalam sejarah dunia, mulai dari Qobil dari anak Nabi Adam AS. Anak Nabi Nuh AS. Dan Qorun yang terkenal sangat kayaraya itu. Kenyataan demikian itu menunjukkan bahwa, manusia memperbudak manusia, suka mengekploitasi akan sesamanya. Oleh pepatah belanda mengatakan “ Makin tinggi atau besar jiwa dan pendidikanya atau intelektualnya, makin besar pula sifat kebinatanganya atau kebringasannya. Sifat-sifat serakah demikian tampaknya menggejala pada kurun waktu ini. Kenyataan ini dapat kita ketahui dari berbagai media masa, seperti radio, televisi dan media cetak lainya. Dan dipihak lain terjadi kemewahan dan kelebihan harta, sehingga terjadilah kesenjangan sosial yang makin melebar. Maka timbulah disini yang disebut kaum Dzu’afa atau kaum yang lemah lagi miskin.

Atas kenyataan yang dipaparkan diatas, tampaknya kebudayaan yang dihasilkan oleh daya cipta dan karya manusia tidaklah selalu membahagiakan dalam kehidupan manusia khususnya dalam dunia pendidikan, tetapi ada kalanya menyengsarakan kehidupan manusia itu sendiri. Sebagai contoh dapat kita lihat misalnya dari hasil teknologi dalam bentuk alat peledak atau alat dinamit yang diciptakan oleh Alfred Nobel pada masanya. Tetapi oleh orang yang datang kemudian dijadikannya sebagai alat pembunuh manusia atau binatang seperti ikan disungai atau dilaut. Demikian pula halnya dengan alkohol, narkotik dan sebagainya. Disini tampak betapa besar faedah dan peranan dunia pendidikan bagi manusia, terutama pendidikan Agama. Diantaranya hasil pendidikan dapat menyadarkan manusia akan kehancuran akibat penggunaan ilmu dan teknologi yang tanpa memikirkan dampak yang ditimbulkan akibat dari perbuatannya sendiri.

Bila dilihat hasil budaya dalam bentuk ilmu dan teknologi yang memberikan manfaat kepada manusia, maka Prof. Dr. Fadhil Al Djamaly melihat, bahwa kebudayaan ( ilmu dan teknologi ) dapat membentuk jiwa manusia dan mempertinggi harkat dan kehidupan sehari-harianya. Hal ini berarti bahwa orang yang berbudaya adalah orang-orang yang mempunyai kwalitas diri lebih baik dan lebih tinggi dari orang yang tidak berkebudayaan atau tidak pernah mendaoat pendidikan sama sekali.

Atas pendapat ini, dapat dikatakan bahwa tidak semua kebudayaan dalam bentuk ilmu dan teknologi itu semua menimbulkan dampak negative, tetapi banyak pula yang menjadikan dampaknya itu positif, yaitu memudahkan manusia dalam membantu kehidupanya dan perlu di kembangkan dibawah arahan dan dikendali pendidikan khususnya pendidikan Agama. Misalnya pesawat terbang digunakan untuk mengangkut jama’ah haji, menolong mencari orang yang kena musibah dilaut atau dipegunungan yang berhutan lebat. Demikian pula hasil kebudayaan berupa pendidikan dapat member kemudahan bagi manusia.

Pendidikan sebagai media komunikasi dan informasi ikut memegang peranan dalam kehidupan manusia dan disini tidak terkecuali peranan Guru Agama sebagai orang yang juga ikut bertanggung jawab untuk membentuk peserta didik menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Disini peranan Guru Agama telah ikut mengembangkan nilai-nilai luhur kedalam diri mereka.

Indonesia sebagai Negara yang berkembang dewasa ini sedang membangun yang letak kepulauannya berada diposisi silang antara dua samudra dan dua benua tidak dapat melepaskan diri dari berbagai pengaruh yang datang dari luar. Apalagi Indonesia sebagai Negara terbuka terhadap penanaman modal asing dan para turis. Sedikit banyak produk yang di hasilkan oleh penanam modal asing ini akan memberi pengaruh kepada bangsa Indonesia. Begitu pula dampak yang ditimbulkan oleh para turis bila tingkah laku dan budaya yang mereka bawa tidak dikontrol dan diawasi. Namun demikian sebagai negara yang ber-ketuhanan Yang Maha Esa dengan dasar pancasila pengaruh-pengaruh yang tentunya merugikan itu harus ditangkal dengan mengokohkan Iman dan Taqwa kepada-Nya, disamping berusaha sehingga dampak-dampak yang merugikan moral dan kehidupan sosial ke-Agamaan dapat ditanggulangi. Maka untuk menanggulangi ini, peranan pendidikan agama, khususnya pendidikan Agama Islam tidak dapat diabaikan karna nilai moral yang diajrkannya bersifat motlak dan normative. Hal ini berarti para Guru Agama ditingkat pendidikan dasar adalah ujung tombak pendidikan, dan sekaligus menjadi tumpuan harapan masyaraka, pemerintah dan Bangsa. Mereka ini dapat berbuat banyak dalam meletakkan dasar-dasar pendidikan Agama yang kelak dikembangkan ditingkat pendidikan lanjutan maupun tinggi. Bila pendidikan Agama ditingkat dasar ini kurang kokoh, maka besar kemungkinan ada diantara peserta didik bila melanjutkan pendidikan akan mengalami kesukaran dan rintangan dalam mengembangkan wawasan pendidikan Agamanya.

Sehubungan dengan peranan Guru Agama ditingkat pendidikan dasar ini ada diposisi sentral maka sudah seharusnya dampak negative dan positif dari kemajuan ilmu dan teknologi harus benar-benar diperhatikan mulai sejak awal. Peranan Guru Agama dalam memproses internalisasi dan trasformasi nilai-nilai moral dan Agama dalam pribadi peserta didik. Dengan mentransformasikan dan menginternalisasikan niali-nilai agama ini, diharapkan mereka siap dan mampu menghadapi lingkungan sosial, politik dan budaya kelak.

D. PENERAPAN SISTEM NILAI DAN MORAL AGAMA KE-DALAM PROSES PENDIDIKAN

Pada mula manusia menurut ajaran islam terdiri dari dua unsur, yaitu unsur bumi dan unsur semawi. Unsur bumi adalah jasmaniah sedangkan unsure samawi adalah rohaniah. Kenyataan ini diakui oleh filsafat yunani sampai sekarang. Jasmaniah meliputi seluruh jasad manusia, baik yang tampak melalui penglihatan, maupun yang tidak kelihatan yang terdapat dalam bagian tubuh kita. Mengingat jasmani adalah materi, iapun membutuhkan makanan pula seperti makan, minum, Vitamin dan sebagainya. Begitu pula rohani juga membutuhkan makana yang berupa santapan rohani seperti pendidikan, Agama, bimbingan, penyuluhan, rekreasi, istirahat dan sebagainya.

Jasmani mempunyai dorongan dan hawa nafsu, bila tidak dikendalikan ia dapat membuat kesalahan atau keonaran atau melanggar peraturan. Begitu pula rohani yang unsure dari Allah SWT. Yang suci itu menurut asal kejadiannya selalu mengajak manusia kejalan yang lurus dan kepada perbuatan yang benar. Karan pengaruh luar ia dapat menggelincir dan melakukan perbuatan melanggar ketentuan, sebab itulah disini memerlukan pendidikan.

Dari kurun waktu dan bila sekarang dilihat dari sudut perkembanga kedholimann ilmu dan teknologi, makin terasa perlunya manusia dibentengi dengan nilai-nilai luhur ajaran agama, mengingat pengaruhnya yang besar terhadap kehidupan manusia. Keduanya dapat menyeret manusia kepada kelalaian, Kerusakan dan lupa diri. Hal ini dapat kita saksikan melalui media masa dengan kita temukan orang-orang yang melakukan berbagai kejahatan, walau iapun pemeluk agama, shalat dan sebagainya.

Dari orang-orang yang melakukan kejahatan seperti dikemukakan diatas, tingkah laku ataupun sikapnya dapat ditelusuri melalui pendidikan dan libngkungannya. Biasanya jika pendidikannya baik, ia kan bertingkah laku baik pula sesuai dengan pengaruh lingkunganya karna telah menginterlisasikan nilai-nilai luhur agama yang didapatkan sejak kecil sampai masa dewasa. Begitu pula pendidikan agama yang pernah diterimanaya disekolah akan mempengaruhi perkembangan jiwanya dan mewarnai kepribadianya.

Kehidupan ini tak ubahnya seperti air yang keluar dari sumbernya yang bersih dan bening itu. Dalam perjalanannya menuju samudra, ia akan menemui berbagai air yang lain yang telah kena polusi, sehingga akhirnya ia tercampur dengan air-air yang aneka ragam. Kadang kala warna dan baunya berubah. Namun bila ia ditenangkan atau dalam keadaan disaring, maka dasar iar pun akan bersih atau bening itu akan kembali muncul. Demikian pula keadaan manusia dalam perjalanan hidupnya dialam yang fana ini. Menurut analisis Sigmund Freud seorang tokoh psikoanalisis, bahwa tingkah laku seseorang dalam kehidupannya didalam masyarakat atau pergaulannya, dapat di cari asal-usulnya dari masa usia dini yang berkaitan dengan keadaan pendidikan dan rumah tangganya ataupun lingkungannya. Bila keadaan kehidupan rumah tangganya baik dan diwarnai oleh norma-norma Agama, maka penampilan tingkah lakunya dalam masyarakat akan baik pula. Sebaliknya bila ia bertingkah laku sebaliknya hal ini merupakan pencerminan keadaan kehidupan rumah tangganya. Demikianlah keadaan pendidikan dalam rumah tangganya menurut analisis Sigmund Freud.

Bila kita kaji pendapat atau teori Sigmund Freud ini ada benarnya, mengingat lamanya pendidikan yang diterima oleh orang-orang yang bersangkutan, tentu saja ada pengaruhnya kepada diri orang yang bersangkutan. Bila kita kaji pendidikan agama itu berlangsung pada diri seorang minimal selama 20 tahun, yaitu sejak dimulai masa kecil sampai ia memasuki usia kedewasaannya atau masa pernikahanya. Kenyataan ini akan berlaku terutama bagi orang yang mengalami pendidikan sejak dari tingkat dasar atau dari taman kanak-kanak, maka rumah tangga atau lingkungannya yang akan mewarnai tingkah lakunya.

Pendidikan moral ini dalam islam berjalan sangat sistematis dan harus kontinu, yaitu mulai dari lingkungan keluarga sampai pada lingkungan sekolah dan masyarakat dengan berbagai saluran. Penerapan ajaran nilai dan moral agama ini antara lain melalui rukun islam yang lima yaitu :

C. CARA-CARA MENTRANSFORMASIKAN DAN MENGINTERNALISASIKAN NILAI-NILAI AGAMA DALAM PRIBADI PESERTA DIDIK

Tugas yang diemban oleh pendidik bukan hanya mengajar saja, tetapi juga mendidik. Dengan tugas rangkap ini diharapkan para kaum pendidik dapat mempengaruhi dan mengarahkan perkembangan kepribadian pserta didiknya kearah kedewasaan rohaniah. Pengembangan kepribadian ke arah kedewasaan ini dilakukan secara berangsur-angsur, sehingga pada suatu ketika dalam peserta didik kita timbul rasa tanggung jawab. Bila kesadaran akan tanggung jawab ini telah terbentuk, maka dalam dirinya sudah ada tanda-tanda kedewasaan.

Para ahli didik telah sepakat, bahwa salah satu tugas yang telah diemban oleh pendidik adalah mewariskan nilai-nilai luhur budaya kepada peserta didik dalam upaya membentuk kepribadian yang intelek berkepribadian tanggung jawab melalui jalur pendidikan. Dengan melalui pendidikan yang diproses secara formal, nilai-nilai luhur tersebut termasuk nilai-nilai agama akan menjadi bagian dari kepribadiannya. Upaya mewariskan nilai-nilai ini sehingga menjadi miliknya disebut mentransformasikan nilai. Sedangkan upaya yang dilakukan untuk memasukkan nilai-nilai kedalam jiwa peserta didiknya sehingga menjadi miliknya disebut, menginternalisasikan nilai. Maka kedua upaya ini dalam pendidikan dilakukan secara bersama-sama dan berlangsung serempak.

Untuk melakukan kedua kegiatan pendidikan ini banyak cara yang dapat dilakukan oleh setiap pendidik, antara lain dengan jalan :

1. Pergaulan

2. Memberikan suri tauladan

3. Mengajak dan mengamalkan

Dibawah ini ketiga cara tersebut akan dibahas sebagai berikut :

Pendidikan berpokokpangkal kepada pergaulan yang bersifat edukatif antara pendidik dan peserta didik. Melalui pergaulan pendidik dan peserta didik saling berinteraksi dan saling menerima dan memberi ( umpan balik ). Pendidik dalam pergaulan memegang peranan penting, baik dengan jalan baik dengan jalan berdiskusi maupun tanya jawab.

Sebaliknya peserta didik pergaulan ini mempunyai kesempatan banyak untuk menanyakan hal-hal yang kurang jelas baginya. Dengan demikian wawasan mereka mengenai nilai-nilai agama itu akan diinternalisasikannya secara baik, karna pergaulan yang erat itu menjadi keduanya tidak merasakan adanya jurang. Biasanya kelemahan dalam pendidikan adalah antara pendidik dan peserta didik seolah-olah ada jurang penghalang karna antara keduanya kurang dekat secara kejiwaan. Bagi pendidik yang berpengalaman akan Arif, bahwa ada diantara peserta didiknya yang kurang menghayati nilai-nilai Agama yang seharusnya dikomunikasinya, dan ia akan segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk diperbaiki hubungan ini. Misalnya peserta didik yang kurang mengerti diajaknya berjalan bersama ketika pulang dari sekolah atau dipanggilnya kekantor ataupun kerumahnya. Melalui pergaulan yang demikian peserta didik yang bersangkutan akan leluasa mengadakan dialoq dengan Gurunya. Cara yang ditempuh pendidik ini sangat efektif dengan menanamkan nilai-nilai agama. Keakraban ini yang paling penting diciptakan dalam proses pendidikan, dan harus diciptakan oleh setiap orang pendidik.

Suri tauladan sebagaimana telah dikemukakan bahwa, merupakan sebuah alat pendidikan yang sangat efektif bagi kelangsungan komunikasi nilai-nilai agama. Konsep suri tauladan dalam pendidikan “KiHjar Dewantoro” mendapat tekanan utamanya yaitu; ing ngarso song tulodo. Melalui ing ngarso sung tulodo pendidik disini menampilkan keteladanya dalam bentuk tingkah laku, pembicaraan, cara bergaul, amal ibadah, tegur sapa dan sebagainya. Nilai-nilai agama yang di tampilkannya dalam bentuk pembicaraan dapat didengar langsung oleh peserta didiknya. Melalui contoh-contoh ini nilai-nilai luhur agama tersebut akan diinternalisasikan sehingga menjadi bagian dari dirinya, yang kemudian ditampilkannya pula dalam pergaulanya dilingkungan rumah tangga atau ditempat ia bermain bersama-sama temanya.

Suri tauladan dapat menjadi alat peraga didepan kelas langsung bagi peserta didiknya. Bila Guru yang memberikan contoh aplikasi nilai-nilai luhur Agama, maka peserta didik akan mempercayainya, karna yang mencontohkannya adalah orang kedua yang dipercayainya sesudah kedua orang tuanya sendiri. Secara paedagogis, semua manusia sejak kecilnya diberikan Allah SWT, Fitrah untuk cenderung mencari suri tauladan yang dapat dijadikannya pedoman untuk berbuat. Dalam sejarah islam dapat kita lihat kisah seorang Habil meniru burung menggali tanah untuk menguburkan saudaranya Qobil yang dibunuhnya, karna iri hati tidak diperkenankan kawin dengan iklimah. Demikian pula halnya dengan peserta didik kita pada waktu belajar. Fitrah untuk mencari suri tauladan ini harus dapat dimanfaatkan oleh pendidik apabila keteladanan ini kita analisis secara rinci, ia bertumpu kepada unsur-unsur pembentukan diri, karan keteladanan yang di jalankan oleh pendidik, secara tidak langsung akan diinternalisasikan atau diserap secara langsung oleh para peserta didik.

pada hakikatnya di lemabaga pendidikan ini peserta didik harus akan suri tauladan, karna sebagian besar hasil pembentukan kepribadian adalah keteladanan yang diamatinya dari para pendidiknya. Dirumah keteladanan ini diteria dari kedua orang tuanya dan dari orang-orang dewasa dalam keluarganya. Begitu pula keteladanan yang dilihatnya dilingkungan sosial ditempat ia berinteraksi dengan lingkunganya. Oleh sebab itulah kepada para pendidik hendaknya menampilkan Ahlaq Karimah sebagaimana telah diajarkan oleh Nabi SAW.

Agam Islam tidak menyajikan keteladanan yang hanya dikagumi, tetapi untuk diinternalisasikan, kemudian diterapkan dalam pribadi masing-masing dalam kehidupan sosial. Diharapkan setiap peserta didik mampu meneladani nilai-nilai luhur Agama sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Bila kita analisis secara psikologi atau dari sudut ilmu jiwa, bahwa peserta didik secara ghorizah atau bakat potensi ingin meniru yang dikaguminya, bahkan mungkin ia bertaqlid atau menerima sebagaimana adanya tingkah laku para pendidiknya karna guru-gurunya dalah orang-orang yang dipercayainya memberi pelajaran dan pendidikan kepada mereka. Taqlid Ghorizi ( meniru secara naluriah ) ini mencapai puncaknya, bila penampilan orang yang hendak dijadikannya panutan ini menimbulkan rasa kagumnya, baik ketika dalam berbicara, gerak-geriknya maupun perbuatannya. Jadi keuntungan Taqlid Gharizi ini dalam pendidikan adalah karna dalam diri peserta didik terdapat keinginan untuk menirunya.

MEMOTIFASI UNTUK MENGAMALKAN

Nilai-nilai luhur agama islam yang diajarkan kepada peserta didik bukan hanya untuk dihafal hanya menjadi ilmu pengetahuan atau kognitif tapi yang lebih penting adalah untuk dihayati ( efektif ) dan diamalkan ( psikomotorik ) kedalam kehidupan sehari-hari. Islam adalah agama yang menuntut kepada pemeluknya untuk mengerjakanya sehingga menjadi umat yang beramal saleh.

Islam mengaku bahwa manuasia dalah mahluk yang dualism yang menyatu didalam dirinya unsure jasmani dan rohani yang dijaga perkembangannya secara seimbang. Amal salih merupakan aplikasi dari penghayatan terhadap nilai-nilai luhur Agama.

Didalam teori pendidikan terdapat metode belajar yang bernama learning by doing yaitu belajar dengan mempraktikan teori yang dipelajari. Dengan mengamalkan ilmu yang dipelajari akan menimbulkan kesan yang mendalam sehingga menjadi milik sendiri ( internalisasi ). Hasil belajar terletak pada psikomorik yaitu mempraktikkan ilmu yang dipelajari seperti nilai-nilai luhur Agama didalam praktek sehari-hari.

Secara pedagogis agam islam yang dipelajari itu dituntut untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dan itu kepada semua Guru Agama, harus dapat memberi motifasi atau dorongan agar semua ajaran Islam itu diamalkan dalam kehidupan pribadi peserta didik, agar nilai-nilai luhur Agama ini tampak dalam prilaku mereka.

Nabi Muhammad SAW, telah mempraktekan metode latihan dan membiasakan dengan mengajarkan semua yang diajarkan Nabi dengan beliau mengatakan.

( Hadits riwayat Bukhori ). Cara atau metode pendidikan yang dilakukan Nabi ini ditegaskan pula dalam hadits lain yang artinya sebagai berikut : “Sesungguhnya aku berbuat yang demikian itu agar kalian mengikutiku dan mempelajari salatku”. Sebagai bahan pemikiran bagi guru agama mengenai metode mengajar dan mengajarkan yang di pelajari itu, maka dapat kita aplikasikan pedagogiknya atau pengalamannya ( psikomotor ) sebagai berikut :

1. Pendidik harus memberi motifasi dan merangsang perhatian peserta didiknya untuk mau mengamalkan nilai agama dengan penuh kesadara.

2. Pendidik harus berusaha membetulkan kekeliruan pemahaman dari peserta didik dari nilai agama yang dipahami selama ini.

3. Mendidik harus mempraktekan dari teori yang ditransferkan kepada peserta didiknya yang dikenal dengan metode demonstrasi dan eksperimen.

KESIMPULAN

1. Sebagai dampak hasil intraksi manusia dengan sesamanya dan lingkungannya, timbullah kebudayaan yang tentunya membawa dampak baik maupun dampak yang kurang baik sebagai konsekwensi dalam menunjang aktifasi kehidupannya baik secara individual maupun kelompok sosial.

2. Sebagai mahluk manusia terkadang kita lupa, bahwa hasil ciptaanya itu menyusahkan dan membawa kehancuran mereka sendiri, sampai pada ia menciptakan sesuatu yang menghukum dirinya sendiri, yaitu dengan mengingkari dirinya sebagai mahluk relegius. Akibatnya timbul kekacauan, kebrutalan, dan kebiadapan dimana-mana adalah akibat ulah manusia itu sendiri.

3. Bila manusia dengan hasil cipta karsanya tidak dikontrol dengan nilai-nilai luhur yang terdapat dalam Agama, manusia akan dengan semena-mena bertindak dengan normative dan konstantif yang regius. Sebab itu nilai-nilai kebudayaan dan teknologi sangat tergantung dan relative ( nisbi ). Oleh sebab itu pula perhatian dan keikutsertaan pendidik khususnya Guru Agama sangat-sangat dibutuhkan pentransper nilai-nilai Agama sekali gus sebagai suri tauladan diatas bumi ini.

BAB III

PENUTUP

Puji dan shukur alhamdulillah kepada Allah SWT, atasa segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya, penulis akhirnya dapat melaksanakan dan menyelesaikan tugas mata kuliah, Studi Bahasa Arab dengan baik walau dengan segala kekurangan dan keterbatasan yang ada.

Selanjutnya penulis berharap sangat atas saran, masukan dan bimbingan dari rekan atau teman demi yang lebih baik dimasa-masa mendatang khususnya bimbingan dari Bapak Dosen Pengampu Bahasa Arab Beliau Bapak H.Ma’mun Efendi Nur, agar makalah yang sederhana ini ada manfaatnya.

Kemudian penulis berharap sangat agar makalah yang sangat simple dan sederhana ini mendapatkan bimbingan dan arahan dan sekaligus diterimanya sebagai persyaratan tugas yang telah diberikan, dan harapan semoga ada manfaatnya khususnya bagi penulis dan lainnya, amiin.

DAFTAR PUSTAKA

M.Arifin, Aminuddin Rosyad, Dasar-Dasar Pendidikan, Jakarta : Dirjen Pembinaan Kelembagaan Agama Islam, 1997

Yayasan Penyelenggara, Penterjemah dan Penafsiran Al-Qur’an, Jakarta, 1971

Ma’mun Efendi Nur, Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Ilmiah Dengan Berbahasa Arab.

version

Pengertian “ Dampak Negatif dan Positif Kemajuan Ilmu dan Teknologi terhadap Pendidikan dan Peranan Guru Agama “.Dampak menurut kamus besar Bahasa Indonesia, yaitu pengaruh kuat yang mendatangkan akibat ( baik negative maupun positif ).

Teknologi, adalah kemampuan teknik yang berlandasan pengetahuan, ilmu eksakta yang berdasarkan proses teknis ( ilmu teknik ).

Peranan Guru Agama, dari kata peran yang dalam kamus besar diartikan, sesuatu yang jadi bagian atau yang memegang pimpinan yang terutama dalam terjadinya sesuatu atau hal peristiwa, sehingga dalam pesatnya kemajuan ilmu dan teknologi seorang Guru Agama harus mewarnai, bahkan membimbing, mengarahkanya tentunya untuk hal-hal yang positif.

Dari dampak positif dan negative akibat kemajuan ilmu dan teknologi tidak harus ditakuti atau di jauhi, akan tetapi harus siap dan di carikan pemecahanya untuk kearah kebaikan. Diantara solusi pemecahanya adalah perlunya dipilah dan dipilih dengan penuh kehati-hatian dalam menyerap ilmu dan teknologi yang datang dari luar.

Sebab seseorang atau sekelompok orang yang mendasarkan penilaian kepada material belaka, biasanya ia lalai bahkan lupa bahwa mereka dengan manusia yang lain adalah sama-sama ciptaan Tuhan, yang keberadaanya di dunia fana ini adalah untuk mengabdi kepada-Nya dan kepada sesama manusia. Sebagaimana di firmankan oleh Allah SWT. Dalam surat At-Tiin ayat 4-6

C.DAMPAK NEGATIF TERHADAP PENDIDIKAN

Dampak nergatif dari kemajuan ilmu dan teknologi ini telah menyeret manusia kepada kehidupan serba materi yang dalam ilmu filsafat di katakan semua diukur serba materialistik. Secara tidak di sadari seorang yang bersangkutan lupa, bahwa ia ketika di lahirkan oleh ibunya tidak membawa apa-apa selain dengan kemampuan menangis. Tetapi setelah ia memperoleh pendidikan dan kesempatan, ia berbuat sekehendak hatinya yang tampaknya ia lupa asal-usul kejadianya. Orang-orang semacam ini banyak kita jumpai dalam sejarah dunia, mulai dari Qobil dari anak Nabi Adam AS. Anak Nabi Nuh AS. Dan Qorun yang terkenal sangat kayaraya itu. Kenyataan demikian itu menunjukkan bahwa, manusia memperbudak manusia, suka mengekploitasi akan sesamanya. Oleh pepatah belanda mengatakan “ Makin tinggi atau besar jiwa dan pendidikanya atau intelektualnya, makin besar pula sifat kebinatanganya atau kebringasanya. Sifat-sifat serakah demikian tampaknya menggejala pada kurun waktu ini. Kenyataan ini dapat kita ketahui dari berbagai media masa, seperti radio, televesedan media cetak lainya. Dan dipihak lain terjadi kemewahan dan kelebihan harta, sehingga terjadilah kesenjangan sosial yang makin melebar. Maka timbulah disini yang disebut kaum Dzu’afa atau kaum yang lemah lagi miskin.

Atas kenyataan yang dipaparkan diatas, tampaknya kebudayaan yang dihasilkan oleh daya cipta dan karya manusia tidaklah selalu membahagiakan dalam kehidupan manusia khususnya dalam dunia pendidikan, tetapi ada kalanya menyengsarakan kehidupan manusia itu sendiri. Sebagai contoh dapat kita lihatmisalnya dari hasil teknologi dalam bentuk alat peledak atau alat dinamit yang diciptakan oleh Alfred Nobel pada masanya. Tetapi oleh orang yang datang kemudian dijadikanya sebagai alat pembunuh manusia atau binatang seperti ikan disungai atau dilaut. Demikian pula halnya dengan alkohol, narkotik dan sebagainya. Disini tampak betapa besar faedah dan peranan dunia pendidikan bagi manusia, terutama pendidikan Agama. Diantaranya hasil pendidikan dapat menyadarkan manusia akan kehancuran akibat penggunaan ilmu dan teknologi yang tanpa memikirkan dampak yang ditimbulkan akibat dari perbuatanya sendiri.

Bila dilihat hasil budaya dalam bentuk ilmu dan teknologi yang memberikan manfaat kepada manusia, maka Prof. Dr. Fadhil Al Djamaly melihat, bahwa kebudayaan ( ilmu dan teknologi ) dapat membentuk jiwa manusia dan mempertinggi harkat dan kehidupan sehari-harianya. Hal ini berarti bahwa orang yang berbudaya adalah orang-orang yang mempunyai kwalitas diri lebih baik dan lebih tinggi dari orang yang tidak berkebudayaan atau tidak pernah mendaoat pendidikan sama sekali.

Atas pendapat ini, dapat dikatakan bahwa tidak semua kebudayaan dalam bentuk ilmu dan teknologi itu semua menimbulkan dampak negative, tetapi banyak pula yang menjadikan dampaknya itu positif, yaitu memudahkan manusia dalam membantu kehidupanya dan perlu di kembangkan dibawah arahan dan dikendali pendidikan khususnya pendidikan Agama. Misalnya pesawat terbang digunakan untuk mengangkut jama’ah haji, menolong mencari orang yang kena musibah dilaut atau dipegunungan yang berhutan lebat. Demikian pula hasil kebudayaan berupa pendidikan dapat member kemudahan bagi manusia.

Pendidikan sebagai media komunikasi dan informasi ikut memegang peranan dalam kehidupan manusia dan disini tidak terkecuali peranan Guru Agama sebagai orang yang juga ikut bertanggung jawab untuk membentuk peserta didik menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Disini peranan Guru Agama telah ikut mengembangkan nilai-nilai luhur kedalam diri mereka.

Indonesia sebagai Negara yang berkembang dewasa ini sedang membangun yang letak kepulaunya berada diposisi silang antara dua samudra dan dua benua tidak dapat melepaskan diri dari berbagai pengaruh yang datang dari luar. Apalagi Indonesia sebagai Negara terbuka terhadap penanaman modal asing dan para turis. Sedikit banyak produk yang di hasilkan oleh penanam modal asing ini akan memberi pengaruh kepada bangsa Indonesia. Begitu pula dampak yang ditimbulkan oleh para turis bila tingkah laku dan budaya yang mereka bawa tidak dikontrol dan diawasi. Namun demikian sebagai negara yang ber-ketuhanan Yang Maha Esa dengan dasar pancasila pengaruh-pengaruh yang tentunya merugikan itu harus ditangkal dengan mengokohkan Iman dan Taqwa kepada-Nya, disamping berusahasehingga dampak-dampak yang merugikan moral dan kehidupan sosial ke-Agamaan dapat ditanggulangi. Maka untuk menanggulangi ini, peranan pendidikan agama, khususnya pendidikan Agama Islam tidak dapat diabaikan karna nilai moral yang diajrkannya bersifat motlak dan normative. Hal ini berarti para Guru Agama ditingkat pendidikan dasar adalah ujung tombak pendidikan, dan sekaligus menjadi tumpuan harapan masyaraka, pemerintah dan Bangsa. Mereka ini dapat berbuat banyak dalam meletakkan dasar-dasar pendidikan Agama yang kelak dikembangkan ditingkat pendidikan lanjutan maupun tinggi. Bila pendidikan Agama ditingkat dasar ini kurang kokoh, maka besar kemungkinan ada diantara peserta didik bila melanjutkan pendidikan akan mengalami kesukaran dan rintangan dalam mengembangkan wawasan pendidikan Agamanya.

Sehubungan dengan peranan Guru Agama ditingkat pendidikan dasar ini ada diposisi sentral maka sudah seharusnya dampak negative dan positif dari kemajuan ilmu dan teknologi harus benar-benar diperhatikan mulai sejak awal. Peranan Guru Agama dalam memproses internalisasi dan traspormasi nilai-nilai moral dan Agama dalam pribadi peserta didik. Dengan mentransformasikan dan menginternalisasikan niali-nilai agama ini, diharapkan mereka siap dan mampu menghadapi lingkungan sosial, politik dan budaya kelak.

D. PENERAPAN SISTEM NILAI DAN MORAL AGAMA KE-DALAM PROSES PENDIDIKAN

Pada mula manusia menurut ajaran islam trdiri dari dua unsur, yaitu unsur ardli dan unsur semawi. Unsur ardli adalah jasmaniah sedangkan unsure samawi adalah rohaniah. Kenyataan ini diakui oleh filsafat yunani sampai sekarang. Jasmaniah meliputi seluruh jasad manusia, baik yang tampak melalui penglihatan, maupun yang tidak kelihatan yang terdapat dalam bagian tubuh kita. Mengingat jasmani adalah materi, iapun membutuhkan makanan pula seperti makan, minum, fiitamindan sebagainya. Begitu pula rohani juga membutuhkan makana yang berupa santapan rohani seperti pendidikan, Agama, bimbingan, penyuluhan, rekreasi, istirahat dan sebagainya.

Jasmani mempunyai dorongan dan hawa nafsu, bila tidak dikenadalikan ia dapat membuat kesalahan atau keonaran atau melanggar peraturan. Begitu pula rohani yang unsure dari Allah SWT. Yang suci itu menurut asal kejadiannya selalu mengajak manusia kejalan yang lurus dan kepada perbuatan yang benar. Karan pengaruh luar ia dapat menggelincir dan melakukan perbuatan melanggar ketentuan, sebab itulah disini memerlukan pendidikan.

Dari kurun waktu dan bila sekarang dilihat dari sudut perkembangan ilmu dan teknologi, makin terasa perlunya manusia dibentengi dengan nilai-nilai luhur ajaran agama, mengingat pengaruhnya yang besar terhadap kehidupan manusia. Keduanya dapat menyeret manusia kepada kelalaian, kedholiman dan lupa diri. Hal ini dapat kita saksikan melalui media masa dengan kita temukan orang-orang yang melakukan berbagai kejahatan, walau iapun pemeluk agama, shalat dan sebagainya.

Dari orang-orang yang melakukan kejahatan seperti dikemukakan diatas, tingkah laku ataupun sikapnya dapat ditelusuri melalui pendidikan dan libngkungannya. Biasanya jika pendidikannya baik, ia kan bertingkah laku baik pula sesuai dengan pengaruh lingkunganya karna telah menginterlisasikan nilai-nilai luhur agama yang didapatkan sejak kecil sampai masa dewasa. Begitu pula pendidikan agama yang pernah diterimanaya disekolah akan mempengaruhi perkembangan jiwanya dan mewarnai kepribadianya.

Kehidupan ini tak ubahnya seperti air yang keluar dari sumbernya yang bersih dan bening itu. Dalam perjalanannya menuju samudra, ia akan menemui berbagai air yang lain yang telah kena polusi, sehingga akhirnya ia tercampur dengan air-air yang aneka ragam. Kadang kala warna dan baunya berubah. Namun bila ia ditenangkan atau dalam keadaan disaring, maka dasar iar pun akan bersih atau bening itu akan kembali muncul. Demikian pula keadaan manusia dalam perjalanan hidupnya dialam yang fana ini. Menurut analisis Sigmund Freud seorang tokoh psikoanalisis, bahwa tingkah laku seseorang dalam kehidupannya didalam masyarakat atau pergaulannya, dapat di cari asal-usulnya dari masa usia dini yang berkaitan dengan keadaan pendidikan dan rumah tangganya ataupun lingkungannya. Bila keadaan kehidupan rumah tangganya baik dan diwarnai oleh norma-norma Agama, maka penampilan tingkah lakunya dalam masyarakat akan baik pula. Sebaliknya bila ia bertingkah laku sebaliknya hal ini merupakan pencerminan keadaan kehidupan rumah tangganya. Demikianlah keadaan pendidikan dalam rumah tangganya menurut analisis Sigmund Freud.

Bila kita kaji pendapat atau teori Sigmund Freud ini ada benarnya, mengingat lamanya pendidikan yang diterima oleh orang-orang yang bersangkutan, tentu saja ada pengaruhnya kepada diri orang yang bersangkutan. Bila kita kaji pendidikan agama itu berlangsung pada diri seorang minimal selama 20 tahun, yaitu sejak dimulai masa kecil sampai ia memasuki usia kedewasaanya atau masa pernikahanya. Kenyataan ini akan berlaku terutama bagi orang yang mengalami pendidikan sejak dari tingkat dasar atau dari taman kanak-kanak, maka rumah tangga atau lingkungannya yang akan mewarnai tingkah lakunya.

Pendidikan moral ini dalam islam berjalan sangat sistematis dan harus kontinu, yaitu mulai dari lingkungan keluarga sampai pada lingkungan sekolah dan masyarakat dengan berbagai saluran. Penerapan ajaran nilai dan moral agama ini antara lain melalui rukun islam yang lima yaitu :

C. CARA-CARA MENTRANSFORMASIKAN DAN MENGINTERNALISASIKAN NILAI-NILAI AGAMA DALAM PRIBADI PESERTA DIDIK

Tugas yang diemban oleh pendidik bukan hanya mengajar saja, tetapi juga mendidik. Dengan tugas rangkap ini diharapkan para kaum pendidik dapat mempengaruhi dan mengarahkan perkembangan kepribadian pserta didiknya kearah kedewasaan rohaniah. Pengembangan kepribadian ke arah kedewasaan ini dilakukan secara berangsur-angsur, sehingga pada suatu ketika dalam peserta didik kita timbul rasa tanggung jawab. Bila kesadaran akan tanggung jawab ini telah terbentuk, maka dalam dirinya sudah ada tanda-tanda kedewasaan.

Para ahli didik telah sepakat, bahwa salah satu tugas yang telah diemban oleh pendidik adalah mewariskan nilai-nilai luhur budaya kepada peserta didik dalam upaya membentuk kepribadian yang intelek berkepribadian tanggung jawab melalui jalur pendidikan. Dengan melalui pendidikan yang diproses secara formal, nilai-nilai luhur tersebut termasuk nilai-nilai agama akan menjadi bagian dari kepribadiannya. Upaya mewariskan nilai-nilai ini sehingga menjadi miliknya disebut mentransformasikan nilai. Sedangkan upaya yang dilakukan untuk memasukkan nilai-nilai kedalam jiwa peserta didiknya sehingga menjadi miliknya disebut, menginternalisasikan nilai. Maka kedua upaya ini dalam pendidikan dilakukan secara bersama-sama dan berlangsung serempak.

Untuk melakukan kedua kegiatan pendidikan ini banyak cara yang dapat dilakukan oleh setiap pendidik, antara lain dengan jalan :

1. Pergaulan

2. Memberikan suri tauladan

3. Mengajak dan mengamalkan

Dibawah ini ketiga cara tersebut akan dibahas sebagai berikut :

Pendidikan berpokokpangkal kepada pergaulan yang bersifat edukatif antara pendidik dan peserta didik. Melalui pergaulan pendidik dan peserta didik saling berinteraksi dan saling menerima dan memberi ( umpan balik ). Pendidik dalam pergaulan memegang peranan penting, baik dengan jalan baik dengan jalan berdiskusi maupun tanya jawab.

Sebaliknya peserta didik pergaulan ini mempunyai kesempatan banyak untuk menanyakan hal-hal yang kurang jelas baginya. Dengan demikian wawasan mereka mengenai nilai-nilai agama itu akan diinternalisasikannya secara baik, karna pergaulan yang erat itu menjadi keduanya tidak merasakan adanya jurang. Biasanya kelemahan dalam pendidikan adalah antara pendidik dan peserta didik seolah-olah ada jurang penghalang karna antara keduanya kurang dekat secara kejiwaan. Bagi pendidik yang berpengalaman akan Arif, bahwa ada diantara peserta didiknya yang kurang menghayati nilai-nilai Agama yang seharusnya dikomunikasinya, dan ia akan segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk diperbaiki hubungan ini. Misalnya peserta didik yang kurang mengerti diajaknya berjalan bersama ketika pulang dari sekolah atau dipanggilnya kekantor ataupun kerumahnya. Melalui pergaulan yang demikian peserta didik yang bersangkutan akan leluasa mengadakan dialoq dengan Gurunya. Cara yang ditempuh pendidik ini sangat efektif dengan menanamkan nilai-nilai agama. Keakraban ini yang paling penting diciptakan dalam proses pendidikan, dan harus diciptakan oleh setiap orang pendidik.

Suri tauladan sebagaimana telah dikemukakan bahwa, merupakan sebuah alat pendidikan yang sangat efektif bagi kelangsungan komunikasi nilai-nilai agama. Konsep suri tauladan dalam pendidikan “KiHjar Dewantoro” mendapat tekanan utamanya yaitu; ing ngarso song tulodo. Melalui ing ngarso sung tulodo pendidik disini menampilkan keteladanya dalam bentuk tingkah laku, pembicaraan, cara bergaul, amal ibadah, tegur sapa dan sebagainya. Nilai-nilai agama yang di tampilkannya dalam bentuk pembicaraan dapat didengar langsung oleh peserta didiknya. Melalui contoh-contoh ini nilai-nilai luhur agama tersebut akan diinternalisasikan sehingga menjadi bagian dari dirinya, yang kemudian ditampilkannya pula dalam pergaulanya dilingkungan rumah tangga atau ditempat ia bermain bersama-sama temanya.

Suri tauladan dapat menjadi alat peraga didepan kelas langsung bagi peserta didiknya. Bila Guru yang memberikan contoh aplikasi nilai-nilai luhur Agama, maka peserta didik akan mempercayainya, karna yang mencotohkannya adalah orang kedua yang dipercayainya sesudah kedua orang tuanya sendiri. Secara paedagogis, semua manusia sejak kecilnya diberikan Allah SWT, Fitrah untuk cenderung mencari suri tauladan yang dapat dijadikannya pedoman untuk berbuat. Dalam sejarah islam dapat kita lihat kisah seorang Habil meniru burung menggali tanah untuk menguburkan saudaranya Qobil yang dibunuhnya, karna iri hati tidak diperkenankan kawin dengan iklimah. Demikian pula halnya dengan peserta didik kita pada waktu belajar. Fitrah untuk mencari suri tauladan ini harus dapat dimanfaatkan oleh pendidik apabila keteladanan ini kita analisis secara paedagogis, ia bertumpu kepada unsure-unsure pembentukan diri, karan keteladanan yang di suri tauladankan oleh pendidik, secara tidak langsung akan diinternalisasikan atau diserap secara langsung oleh para peserta didik.

pada hakikatnya di lemabaga pendidikan ini peserta didik harus akan suri tauladan, karna sebagian besar hasil pembentukan kepribadian adalah keteladanan yang diamatinya dari para pendidiknya. Dirumah keteladanan ini diteria dari kedua orang tuanya dan dari orang-orang dewasa dalam keluarganya. Begitu pula keteladanan yang dilihatnya dilingkungan sosial ditempat ia berinteraksi dengan lingkunganya. Oleh sebab itulah kepada para pendidik hendaknya menampilkan Ahlaq Karimah sebagaimana telah diajarkan oleh Nabi SAW.

Agam Islam tidak menyajikan keteladanan yang hanya dikagumi, tetapi untuk diinternalisasikan, kemudian diterapkan dalam pribadi masing-masing dalam kehidupan sosial. Diharapkan setiap peserta didik mampu meneladani nilai-nilai luhur Agama sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Bila kita analisis secara psikologi atau dari sudut ilmu jiwa, bahwa peserta didik secara ghorizah atau bakat potensi ingin meniru yang dikaguminya, bahkan mungkin ia bertaqlid atau menerima sebagaimana adanya tingkah laku para pendidiknya karna guru-gurunya dalah orang-orang yang dipercayainya memberi pelajaran dan pendidikan kepada mereka. Taqlid Ghorizi ( meniru secara naluriah ) ini mencapai puncaknya, bila penampilan orang yang hendak dijadikanya panutan ini menimbulkan rasa kagumnya, baik ketika dalam berbicara, gerak-geriknya maupun perbuatanya. Jadi keuntungan Taqlid Gharizi ini dalam pendidikan adalah karna dalam diri peserta didik terdapat keinginan untuk menirunya.

MEMOTIFASI UNTUK MENGAMALKAN

Nilai-nilai luhur agama islam yang diajarkan kepada peserta didik bukan hanya untuk dihafal hanya menjadi ilmu pengetahuan atau kognitif tapi yang lebih penting adalah untuk dihayati ( efektif ) dan diamalkan ( psikomotorik ) kedalam kehidupan sehari-hari. Islam adalah agama yang menuntut kepada pemeluknya untuk mengerjakanya sehingga menjadi umat yang beramal saleh.

Islam mengaku bahwa manuasia dalah mahluk yang dualism yang menyatu didalam dirinya unsure jasmani dan rohani yang dijaga perkembangannya secara seimbang. Amal salih merupakan aplikasi dari penghayatan terhadap nilai-nilai luhur Agama.

Didalam teori pendidikan terdapat metode belajar yang bernama learning by doing yaitu belajar dengan mempraktikan teori yang dipelajari. Dengan mengamalkan ilmu yang dipelajari akan menimbulkan kesan yang mendalam sehingga menjadi milik sendiri ( internalisasi ). Hasil belajar terletak pada psikomorik yaitu mempraktikkan ilmu yang dipelajari seperti nilai-nilai luhur Agama didalam praktek sehari-hari.

Secara pedagogis agam islam yang dipelajari itu dituntut untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dan itu kepada semua Guru Agama, harus dapat memberi motifasi atau dorongan agar semua ajaran Islam itu diamalkan dalam kehidupan pribadi peserta didik, agar nilai-nilai luhur Agama ini tampak dalam prilaku mereka.

Nabi Muhammad SAW, telah mempraktekan metode latihan dan membiasakan dengan mengajarkan semua yang diajarkan Nabi dengan beliau mengatakan.

( Hadits riwayat Bukhori ). Cara atau metode pendidikan yang dilakukan Nabi ini ditegaskan pula dalam hadits lain yang artinya sebagai berikut : “Sesungguhnya aku berbuat yang demikian itu agar kalian mengikutiku dan mempelajari salatku”. Sebagai bahan pemikiran bagi guru agama mengenai metode mengajar dan mengajarkan yang di pelajari itu, maka dapat kita aplikasikan pedagogiknya atau pengalamannya ( psikomotor ) sebagai berikut :

1. Pendidik harus memberi motifasi dan merangsang perhatian peserta didiknya untuk mau mengamalkan nilai agama dengan penuh kesadara.

2. Pendidik harus berusaha membetulkan kekeliruan pemahaman dari peserta didik dari nilai agama yang dipahami selama ini.

3. Mendidik harus mempraktekan dari teori yang ditransferkan kepada peserta didiknya yang dikenal dengan metode demonstrasi dan eksperimen.

KESIMPULAN

1. Sebagai dampak hasil intraksi manusia dengan sesamanya dan lingkungannya, timbullah kebudayaan yang tentunya membawa dampak baik maupun dampak yang kurang baik sebagai konsekwensi dalam menunjang aktifasi kehidupannya baik secara individual maupun kelompok sosial.

2. Sebagai mahluk manusia terkadang kita lupa, bahwa hasil ciptaanya itu menyusahkan dan membawa kehancuran mereka sendiri, sampai pada ia menciptakan sesuatu yang menghukum dirinya sendiri, yaitu dengan mengingkari dirinya sebagai mahluk relegius. Akibatnya timbul kekacauan, kebrutalan, dan kebiadapan dimana-mana adalah akibat ulah manusia itu sendiri.

3. Bila manusia dengan hasil cipta karsanya tidak dikontrol dengan nilai-nilai luhur yang terdapat dalam Agama, manusia akan dengan semena-mena bertindak dengan normative dan konstantif yang regius. Sebab itu nilai-nilai kebudayaan dan teknologi sangat tergantung dan relative ( nisbi ). Oleh sebab itu pula perhatian dan keikutsertaan pendidik khususnya Guru Agama sangat-sangat dibutuhkan pentransper nilai-nilai Agama sekali gus sebagai suri tauladan diatas bumi ini.

BAB III

PENUTUP

Puji dan shukur alhamdulillah kepada Allah SWT, atasa segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya, penulis akhirnya dapat melaksanakan dan menyelesaikan tugas mata kuliah, Studi Bahasa Arab dengan baik walau dengan segala kekurangan dan keterbatasan yang ada.

Selanjutnya penulis berharap sangat atas saran, masukan dan bimbingan dari rekan atau teman demi yang lebih baik dimasa-masa mendatang khususnya bimbingan dari Bapak Dosen Pengampu Bahasa Arab Beliau Bapak H.Ma’mun Efendi Nur, agar makalah yang sederhana ini ada manfaatnya.

Kemudian penulis berharap sangat agar makalah yang sangat simple dan sederhana ini mendapatkan bimbingan dan arahan dan sekaligus diterimanya sebagai persyaratan tugas yang telah diberikan, dan harapan semoga ada manfaatnya khususnya bagi penulis dan lainnya, amiin.

DAFTAR PUSTAKA

M.Arifin, Aminuddin Rosyad, Dasar-Dasar Pendidikan, Jakarta : Dirjen Pembinaan Kelembagaan Agama Islam, 1997

Yayasan Penyelenggara, Penterjemah dan Penafsiran Al-Qur’an, Jakarta, 1971

Ma’mun Efendi Nur, Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Ilmiah Dengan Berbahasa Arab.

Rabu, 27 Oktober 2010

Mengganti URL / Alamat Situs Web

Tenang aja gak sulit  coz aq kasih gambar biar tambah maknyos.... n mudah..... hehehhee

- Login ke www.blogger.com

- Pada area Dashboard klik Post pilih Publikasikan / Publishing


- Muncul Halaman pengeditan alamat situs URL web kita


- Klik simpan perubahan



- Misal perubahan berhasil muncul konfirmasi berhasil

- Misal perubahan gagal tidak akan terubah alamat situsnya

- Klik Lihat blog / View Blog untuk melihat perubahan


- Alamat URL blog sudah terganti

Debu Pada VGA dan RAM

Pada vga ada komponen yang namanya chip(itu bisa NVIDIA atau ATI), masalah yang timbul pada kerusakan chip dikarenakan adanya kotoran-kotoran atau debu yang masuk melalui sirkulasi kipas pada casing, yang bisa menimbulkan panas pada board vga maupun chip vga. 
Adanya panas pada vga akan mengakibatkan kerusakan pada board vga maupun kerusakan pada chip vga. Jika tidak dibersihkan maka lama-kelaman komponen pada vga akan rusak atau mati yang ditimbulkan akibat panas dan mungkin akan terjadi bintik warna-warni pada layar monitor(atau sering disebut dengan sebutan artifact). Untuk itu rajin-rajinlah anda merawat seluruh hardware didalam PC.
Jika terjadi kerusakan pada vga(mungkin artifact atau lambat), segera dibersihkan dangan sebuah alat semprot yang berupa cairan kimia yang dikhususkan untuk memperbaiki PCB(bukan cuman PCB aja lho, utk chip apapun jg bisa) nama cairan semprot itu SAVER(beli aja di mall komputer atau toko elektronik). Cara pakainya: semprotkan keseluruh komponen yang ada pada vga, tunggu sampai kering setelah kering semprotkan lagi, dan tunggu lagi sampai keringg… setelah kering coba deh dicolokin ke motherboard…Perhatian sebelum dipasang harap berdoa dulu yaa… Memory RAM, hampir sama dengan yang diatas, kalo si VGA permasalahannya ada pada chip dan lambat(lambat dikarenakan akibat panas atau pin-pin vga dan memory kotor),
Sedangkan RAM pada IC dan pin(taw kan itutuh yang berwarna kuning)… utk memperbaikinya lakukan seperti cara diatas. trus untuk pin, jika dikaki pin tersebut kotor bersihkan dengan memakai penghapus pensil, gosok pelan2 sampai bersih tanpa kuman lagi(jangan terlalu keras yaa… sangat berbahaya). setelah bersih pada masing2 pin tsb, harap menyemprotkan SAVER pada pin tsb agar tidak terjadi karatan pada pin tsb. Cara memperbaiki VGA dan RAM. Pada vga ada komponen yang namanya chip(itu bisa NVIDIA atau ATI), masalah yang timbul pada kerusakan chip dikarenakan adanya kotoran-kotoran atau debu yang masuk melalui sirkulasi kipas pada casing, yang bisa menimbulkan panas pada board vga maupun chip vga. Adanya panas pada vga akan mengakibatkan kerusakan pada board vga maupun kerusakan pada chip vga. Jika tidak dibersihkan maka lama-kelaman komponen pada vga akan rusak atau mati yang ditimbulkan akibat panas dan mungkin akan terjadi bintik warna-warni pada layar monitor(atau sering disebut dengan sebutan artifact). Untuk itu rajin-rajinlah anda merawat seluruh hardware didalam PC. Jika terjadi kerusakan pada vga(mungkin artifact atau lambat),
segera dibersihkan dangan sebuah alat semprot yang berupa cairan kimia yang dikhususkan untuk memperbaiki PCB(bukan cuman PCB aja lho, utk chip apapun jg bisa) nama cairan semprot itu SAVER(beli aja di mall komputer atau toko elektronik). Cara pakainya: semprotkan keseluruh komponen yang ada pada vga, tunggu sampai kering setelah kering semprotkan lagi, dan tunggu lagi sampai keringg… setelah kering coba deh dicolokin ke motherboard…Perhatian sebelum dipasang harap berdoa dulu yaa… 
Memory RAM, hampir sama dengan yang diatas, kalo si VGA permasalahannya ada pada chip dan lambat(lambat dikarenakan akibat panas atau pin-pin vga dan memory kotor), sedangkan RAM pada IC dan pin(taw kan itutuh yang berwarna kuning)… utk memperbaikinya lakukan seperti cara diatas. trus untuk pin, jika dikaki pin tersebut kotor bersihkan dengan memakai penghapus pensil, gosok pelan2 sampai bersih tanpa kuman lagi(jangan terlalu keras yaa… sangat berbahaya). setelah bersih pada masing2 pin tsb, harap menyemprotkan SAVER pada pin tsb agar tidak terjadi karatan pada pin tsb.

Pengertian VGA


VGA singkatan dari Video Graphics Accelerator, berfungsi untuk mengolah data graphis dan ditampilkan di layar monitor, VGA juga memiliki processor yang dinamakan GPU(Graphics Processing Unit) dan membutuhkan memory juga.
Jaman sekarang motherboard yang beredar dipasaran banayk yang menggunakan VGA onboard sehingga Anda tidak perlu membeli VGA card lagi, hal ini sangat membantu untuk menghemat biaya pengeluaran.
perbedaan antara VGA OB(On Board) dengan VGA yang terpisah dengan motherboard adalah sebagai berikut :
-VGA OB tidak memiliki memory sendiri sehingga VGA OB menggunakan sebagian kapasitas RAM yang ada di dalam komputer untuk berkerja, sehingga akan membuat kinerja RAM menjadi lambat, tapi sekarang beberapa produsen motherboard sudah meluncurkan motherboard dengan VGA OB dan memiliki memory sendiri.

-VGA OB mempunyai kinerja yang lebih rendah bila dibandingkan dengan VGA eksternal, tapi jika komputer Anda tidak terlalu digunakan untuk bermain game terutama game 3d yang terbaru yang membutuhkan kapasitas VGA yang lebih besar maka Anda masih bisa menganalkan VGA OB yang Anda miliki, sekarang banyak motherboard dengan VGA OB yang bisa menandingi bahkan mengungguli kinerja VGA eksternal

-VGA OB berbentuk lebih kecil dengan VGA eksternal, hal ini bertujuan untuk menghemat biaya pembuatannya, ukuran kecil ini biasa disebut dengan microATX(mATX)

Perlu diperhatikan VGA , RAM harus bersih dari debu .... klik disini untuk perawatan

Selasa, 26 Oktober 2010

Pengertian Dan Fungsi Motherboard

FUNGSI MOTHERBOARD

Pusat pengendali yang mengatur kerja dari semua komponen yang terpasang padanya.
Mengatur pemberian daya listrik pada setiap komponen PC.
Lalu lintas data semuanya diatur oleh motherboard, mulai dari peranti peyimpanan (harddisk, CD-ROM), peranti masukan data (keyboard, mouse, scanner), atau printer untuk mencetak.
Perkembangan Motherboard

Pada akhir tahun 1980-an dan selama dekade 1990-an, pasar prosesor untuk PC didominasi oleh Intel. Ada beberapa perusahaan prosesor untuk PC, tetapi pengaruh mereka kalah jauh dibanding Intel. Lagi pula rata-rata prosesor buatan mereka masih mengambil desain x86 buatan Intel juga.
Mulai akhir tahun 90-an dan awal tahun 2000, kondisi tersebut berubah. Pasar prosesor tidak lagi terlalu tergantung pada Intel, karena pesaing mereka, AMD, mengeluarkan prosesor K6-2 dan Athlon yang ternyata mampu bersaing dengan prosesor buatan Intel.
Dan di tahun itu pula sebuah industri penghasil chipset asal Taiwan, VIA Technologies, juga telah mampu membuat chipset yang berkualitas dan berharga murah. Para produsen motherboard tidak lagi tergantung pada Intel untuk merancang dan membuat motherboard mereka, sehingga perkembangan teknologi dan desain motherboard mengalami peningkatan yang sangat pesat.
Selain itu, demam overclocking juga turut menyumbangkan peranan dalam perkembangan dunia motherboard. Para produsen motherboard berlomba-lomba mengeluarkan motherboard yang dirancang mampu memberikan tingkat overclock yang tinggi, tapi tetap mampu menjaga kestabilan sistem. Pokoknya, kalau ada motherboard yang tidak bisa digunakan untuk meng-overclock prosesor dan memori, maka hampir dapat dipastikan motherboard tersebut kurang laku di pasaran.

Berikut ini daftar produsen Motherboard :
ASUS
ABIT
ECS
GIGABYTE
MSI

ISTILAH-ISTILAH PADA MOTHERBOARD
1. BIOS

Singkatan dari Basic Input/Output System. Merupakan kumpulan informasi motherboard dan juga merupakan software berisi perintah-perintah dasar. Fungsi utamanya adalah sebagai sarana komunikasi antara sistem operasi dengan hardware yang terpasang pada motherboard.

2. Bus

Istilah yang menyatakan sistem aliran data yang digunakan hardware yang terpasang pada motherboard untuk berkomunikasi dengan prosesor. Satuan yang digunakan biasanya adalah frekuensi (Hertz) atau lebar bit data.

3. Clock Speed

Istilah ini digunakan untuk menyatakan kecepatan dari sebuah prosesor atau komponen lainnya. Angka clock speed didapat dari perkalian multiplier terhadap FSB. Semakin tinggi clock speed, maka semakin tinggi kinerja yang dihasilkan oleh prosesor atau komponen hardware tersebut. Satuan yang digunakan biasanya adalah megahertz (MHz) atau gigahertz (GHz). Biasanya disebut juga sebagai kecepatan eksternal dari sebuah prosesor.

4. FSB

Singkatan dari Front Side Bus, yaitu bus utama yang menghubungkan antara prosesor dengan chipset motherboard. Satuan yang digunakan adalah megahertz (MHz).

5. Heatsink

Komponen yang diletakkan di atas prosesor. Fungsinya adalah menyerap panas yang dihasilkan saat prosesor bekerja. Biasanya sebuah heatsink dilengkapi sebuah kipas untuk menjaga agar suhu prosesor tetap stabil.

6. Overclocking

Suatu teknik yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja prosesor, memori, atau kartu grafis, dengan cara meningkatkan FSB atau clock speed komponen tersebut. Teknik ini memerlukan sebuah system pendingin khusus pada komponen, karena menghasilkan panas berlebih, di mana panas berlebih ini dapat merusak sistem. PC

SISTEM TIDAK MENGENAL HARDISK BARU

Anda ingin menambah hardisk sebagai media penyimpanan. Namun hardisk yang baru anda pasang tidak terdeteksi, baik pada Windows maupun BIOS. Inti permasalahan ini terdapat pada pemasangan dan konfigurasi hard disk. Hardisk bukan termasuk komponen yang sulit dalam proses instalasi. Namun ada beberapa langkah yang harus dipastikan saat memasang hard disk.

1. Pastikan hardisk sudah mendapat catu daya dari power suply. Kesalahan sepele pasokan listrik bisa saja terjadi. Terkadang anda menghubungkannya dengan cabang power dari fan, yang tidak mendapatkan pasokan daya dari power suplay. Hal ini juga bisa disebabkan minimnya jumlah konektor daya dari pwer suplay.

2. Pastikan setting master dan slave hardisk tepat seperti yang diinginkan atau jika anda ingin memanfaatkan konfigurasi pada cable select, pastikan menggunakan konfigurasi tersebut pada kedua hardisk lama dan baru.
3. Jika anda menginginkan konfigurasi cable select, perhatikan pemasangan kabel IDE pada hardisk. Beberapa kabel terbaru sudah memberikan tanda khusus untuk membantu menentukan konektor mana yang akan dianggap sebagai master dan konektor mana yang akan dianggap slave.

4. Jika itu semua belum dapat menyelesaikan masalah, alternatif jawabannya ada pada setting BIOS. Pada pilihan utama Integrated Peripheral, biasanya terdapat pilihan untuk IDE Controller. Terdapat pula pilihan untuk setting controller hardisk SATA. Sekiranya anda mengalami masalah serupa saat ingin menambahkan hardisk baru berinterface SATA . khusus untuk hardisk SATA dan windows, jangan lupa untuk menginstal driver yang biasanya disertakan oleh produsen motherboard atau updatenya, tergantung chipset motherboard yang anda gunakan.

Google Earth - Download Google Earth 5.2 Terbaru Offline Installer Free

 Mo lihat rumah kamu dari komputer ini aplikasinya ....

Meski agak bingung ngomongin Google Earth atau yang biasa dikenal dengan sebutan Globe Dunia maupun Peta Dunia,bingungnya dimananya,cara menggunakan Globe ini hehehe.... Oke dah untuk kali akan saya share tentang Earth google,dengan aplikasi ini kita bisa berjalan jalan mengelilingi dunia,tidak hanya itu,dengan earth google ini kita juga bisa seperti Astronot saja pergi kebulan dan Planet Mars,sayangnya diriku ini termasuk orang gaptek jadi gak begitu tahu tentang cara menggunakan program Google Earth ini.

Earth 5.1 Terbaru Offline Installer,globe dunia,petaGoogle Earth kalau menurut Wikipedia Bahasa Indonesia merupakan program globe virtual,yang mana dulunya dikenal sebagai Earth Viewer,pertama kali dibuat oleh perusahaan keyhole,inc,kemudian diambil alih oleh google,inc.untuk lebih jelasnya silahkan kunjungi wikipedia hehehe.Dan bagi yang ingin mendownload google earth,yang mana sekarang vesi terbarunya adalah *Versi 5.2.1 bisa anda Download Disini,file berukuran sekitar 13,28MB,oke dah cukup sampai sini saja,semoga ada manfaatnya buat anda yang ingin menginstal google earth secara offline.


Peranan hardisk sangat penting sekali dalam suatu perangkat komputer . banyak sebab yang membuat hardisk anda mengalami bad sector, seperti sering di format, adanya virus, atau usia hardisk itu sendiri. Untik mengatasi permasalahan ini anda harus melakukan beberapa langkah, mulai dari pemeriksaan samapai instalasi software.

Cara praktis yang dapat dilakukan adalah dengan sistem low level format. Untuk mengetahui apakah komputer anda mengalami bad sector atau tidak lakukan pemeriksaan berikut:

1. Klik menu [Start] > [Run]

2. Ketik chkdsk /f/v/r/x c:

3. Biasanya komputer akan minta restart. Kemudian akan muncul halaman informasi, tekan Y, kemudian enter untuk merestart komputer.

4. Setelah itu akan muncul proses scan pada hardisk.

5. Anda dapat melihat apakah hardisk anda mengalami bad sector atau tidak (biasanya jika proses lama atau berhenti di tengah proses berarti komputer anda mengalami bad sector.

Memperbaiki Bad Sector Menggunakan HDD Low Level Format Tool

Sesuai dengan namanya, HDD Low Level Format Tool akan melakukan format terhadap hard disk secara mendalam. Perlu anda ketahui bahwa melakukan format secara low level berarti anda akan memformat seluruh hard disk, dengan begitu, semua data pada hard disk anda akan hilang secara permanen alias tidak bisa direcover lagi. Namun justru ini yang menurut sata lebih efektif ketimbang menggunakan 2 cara sebelumnya.


Pada langkah ini anda akan melakukan formatting terhadap 1 hard disk bukan suatu partisi. Untuk melakukan Format Hardisk ini anda harus melakukannya di komputer lain. Berikut ini langah demi langkah melakukan formatting terhadap hard disk anda menggnakan HDD Low Level Format Tool:

# Jalankan software HDD Low Level Format Tool yang sebelumnya harus terinstall terlebih dahulu di komputer anda

# Pilih hard disk yang hendak anda format (bukan hard disk yang berisi system operasi) lanjutkan dengan klik continue

# Pilih tab LOW LEVEL FORMAT pada bagian atas, jika anda sudah yakin, klik FORMAT THIS DEVICE dan tunggu hingga proses selesai

Setelah itu cek hard disk anda, klo belum tau caranya liat DiSini, jika hard disk anda sudah tidak menunjukkan ada error bad sector, berarti hard disk anda sudah sehat kembali. Saatnya anda pasang kembali ke komputer aslinya dan silahkan di install OS yang anda inginkan.

Download HDD Low Level Format Tool

Sabtu, 23 Oktober 2010

Troubleshooting Memori

Melanjutkan lagi tulisan tentang troubleshooting, kali ini mengenai masalah yang berkaitan dengan troubleshooting Memori RAM pada komputer.
Kasus :Memasang RAM pada komputer dengan kapasitas melebihi 64MB, RAM tidak bisa terdeteksi oleh DOS, tetapi bisa terdeteksi oleh Windows
Solusi :
Kondisi semacam itu wajar dan normal, karena DOS pada waktu dirancang hanya bisa mengenali RAM yang terpasang dengan kapasitas 64 MB, lebih dari 64 MB tidak akan terdeteksi. Berbeda dengan Windows, semua RAM yang terpasang akan terdeteksi dengan baik, selama RAM yang dipasang dalam kondisi bagus dan tidak rusak.
Kasus :
Laporan RAM. Ada kapasitas dari RAM sebesar 128KB atau 384KB yang tidak pernah dilaporkan ketika melakukan proses booting.
Solusi:
Kondisi ini normal. Beberapa versi dari BIOS tidak akan menampilkan area dari memori yaitu memori konvensional dan memori ekstended.
Kasus :
Sistem komputer menjadi lambat ketika ditambahkan beberapa memori.
Solusi:
Langkah pertama adalah, pastikan semua memori baru yang dipasang dikenali dengan baik oleh BIOS atau Windows. Apabila motherboard tidak mendukung penambahan memori dan hanya menerima kapasitas paling besar adalah 64 MB, maka percuma saja menambah memori baru. Memori tetap bisa terpasang tetapi efeknya bisa memperlambat kinerja komputer.
Kasus :
Menambah memori tetapi Win XP Prof tidak bisa berjalan dengan lancar. Menambah memori sebesar 256MB dan 128 ke komputer. BIOS bisa mendeteksi RAM yang sudah ditambahkam tersebut tetapi Windows tidak berhasil mendeteksi bahkan tampilan di layar monitor menjadi biru.
Solusi:
Hal yang harus diperhatikan adalah RAM yang baru apakah cocok dan sesuai dengan motherboard dan jenis RAM yang lain yang sudah terpasang sebelumnya di motherboard. Kalau RAM tersebut tidak cocok, maka akan mempengaruhi kinerja sistem bahkan mengakibatkan sistem tidak berjalan dengan baik. Sebelum memasang RAM, hal yang sangat penting adalah memperhatikan tipe dan PC dari RAM tersebut.
Kasus :
Identifikasi memori yang rusak. Ketika menghidupkan komputer, terdengar bunyi beep dan komputer tidak mau booting.
Solusi :
Beep tersebut menandakan adanya perangkat keras yang melekat pada motherboard mengalami kerusakan. Yang paling umum adalah kerusakan terjadi pada memori. Segera ambil memori tersebut dari motherboard kemudian coba bersihkan memori dengan tisu atau atau kain yang bersih. Setelah dibersihkan pasang kembali pada slot nya. Apabila setelah dipasang, masih keluar bunyi beep, memorinya harus diganti dengan yang baru.

Penjelasan DDR, DDR 2, DDR3


DDR (Double Data Rate) sebenarnya adalah nama untuk sebuah tipe yang menggunakan teknologi double clock cycle. Di dalam clock cycle juga terdapat apa yang disebut dengan trigger. Trigger di sini mirip seperti kata aslinya, yaitu ketika teraktivasi, data dari RAM atau VGA ditransfer ke processor untuk diproses lebih lanjut.


Dalam teknologi sebelum DDR (SD = Synchronous Dynamic), setiap clock naik ATAU turun, trigger untuk data transfer menyala. Jadi kalau ditetapkan trigger aktiv ketika turun, berarti trigger hanya akan teraktivasi ketika sinyal clock turun. Sebaliknya, jika ditetapkan trigger aktiv ketika naik, berarti trigger hanya akan teraktivasi ketika sinyal clock naik.


Dalam teknologi DDR, setiap clock naik DAN turun, trigger untuk data transfer menyala. Jadi setiap ada perubahan dari 1 ke 0 dan dari 0 ke 1, trigger data transfer menyala.
Sudah terlihat perbedaan awal antara SD dengan DDR.


Pengembangan lainnya dari DDR adalah DDR2 dan DDR3. Pada DDR2, clock cycle diperbanyak. Jadi jika 1 detik pada DDR memiliki 100 clock cycle (100 sinyal naik turun) atau artinya frekuensinya 100Hz.. maka pada DDR2 frekuensinya menjadi 2 kali lipatnya, yaitu 200 Hz atau 200 naik-turun setiap 1 detik. Dengan trigger sama seperti DDR. Jadi DDR2 adalah hampir tepat 2 kali lipat lebih cepat dari DDR.
Lihat saja spesifikasi pada RAM DDR dan RAM DDR2, RAM DDR memiliki range frekuensi 200 Hz - 600 Hz. Sedangkan RAM DDR2 range frekuensinya adalah 400 Hz - 1066 Hz. Hampir 2 kali lipat..


Teknologi DDR3 sedikit berbeda.. Tidak lagi fokus pada clock cycle dan trigger, tetapi pada efisiensi. DDR3 menggunakan listrik yang lebih sedikit dari DDR2, yaitu 1.5v (DDR2 menggunakan 1.8v).
Teknologi DDR3 mendukung "High Precision Calibration Resistors" dan "Fly-by Command Address Control Bus With On-DIMM Termination", sehingga memiliki fitur Read-Write Calibration. Memang frekuensi DDR3 bertambah sampai 800 Hz - 1600 Hz. Tapi dilihat dari tambahan² fitur yang ada, DDR3 lebih memilih mengefisienkan pemakaian..
sekian dulu yo....